Bad Day
July 23rd, 2008Once in a while, we have to face a day with cranky and not-so-bright moods. That’s what happened with me today
Mungkin karena lagi PMS (pre-menstrual syndrome, fyi) -siklus sebelum datang bulan ini memang kerap dituding sebagai ‘biang kerok’ yang menyebabkan hormon-hormon dalam tubuh perempuan menjadi tidak stabil dan akhirnya memunculkan gejala-gejala yang tidak menyenangkan, such as:
- sakit perut (mules-mules gak jelas)
- insomnia (kalo gak ngapain saya begadang jam 2 pagi begini nulis blog sambil nonton Friends di tipi kabel)
- caffeine addicted (dan bayar secangkir kopi latte dengan harga overpriced di sebuah kedai kopi waralaba… meski enak, teteup aja… muahal!)
- Mood swings gila-gilaan (marah2 gak jelas juntrungannya, sensi berlebihan, dan akibatnya org2 lain kena getahnya… maappppkan sayaa, hiks)
Dimulai dengan para mahasiswa yang sejak 3 hari belakangan ‘meneror’ saya. Berhubung sudah menjelang deadline mereka untuk mengejar sidang skripsi, dimulailah perburuan tiada akhir mengejar dosen pembimbing. Yang gak pernah nongol, tiba2 muncul dengan segepok kertas-kertas berisikan bab awal hingga penutup.
“Ma’am, jadi kira-kira kapan saya bisa maju sidang?” (padahal skripsi masih belang-belonteng)
“Revisinya bisa kelar kapan ya Ma’am? Saya tungguin deh sekarang.. “(gak bisaaaaa)
“Kalo sore ini gimana? Kalo gak saya tungguin deh sampe malem.” (gubraks!!!!)
Dengan kondisi hormon yang gak stabil begini, rasanya kepingin deh makan orang, huaaaa… Belum habis urusan yang satu, datang lagi sumber kekesalan lain. Ketika saya harus meminta bagian humas untuk membantu menyiapkan penghargaan untuk kompetisi cerita foto mahasiswa, lagi-lagi saya harus menghadapi momen yang menyebalkan.
“Ada apa nih dateng ke sini-sini?” (mungkin maksud si staf ini becanda kali ya, tapi secara saya lagi sensitif dan ngerasa gak akrab2 banget sama ni orang, saya langsung syok terapi seperti dikasih kejutan listrik).
“Ehehe… mau minta tolong dibikinin sertifikat buat mahasiswa, gini nih draft-nya..” (saya menyodorkan draft teks sertifikat).
“Lain kali kalau ke sini kasih yang udah komplit ya,” si staf dengan muka jutek mengomentari draft saya.
Sumpah, muke saya pasti udah melongo dengan ekspresi jaw-dropping ala pilem2 kartun. Selama beberapa tahun belakangan saya mengabdikan diri di institusi pendidikan ini, belum pernah saya menghadapi orang macem begini. Jangan2 dikira saya mahasiswa??? Mungkin saya harus berpikir ulang untuk berpenampilan ala dosen tulen dengan setelan blazer berwarna senada membosankan- bukannya rok bunga-bunga dengan cardigan yang saya pikir bakal mencerahkan mood, ternyata malah (mungkin) berefek samping tidak menyenangkan
Bahkan, setelah akhirnya si staf bersikap manis pada saya (gak tau kenapa bisa begitu, mungkin ngeh bahwa saya ternyata bukan mahasiswa), tidak juga memperbaiki mood yang sudah keburu jelek. Sampai akhirnya saya melewati sisa hari yang menyebalkan (bahkan di perjalanan pulang pun sempat naik darah, gara2 ada mas-mas kantoran berdasi dengan sedan keren mengklakson mobil saya gila-gilaan)- langsung deh saya buka kaca dan memaki-maki, huhuhu- gak saya banget deh pokoknya :-p
Mudah-mudahan besok si PMS sudah menghilang dan saya tidak lagi jadi monster yang menyeramkan buat orang-orang di sekitar :-p









